1 pr atas
MAAF, untuk tampilan lebih baik, mohon menggunakan Google Chrome!
3 pr mn atas

 
   
     
4 pr berita 10


BPSDA Seluna Evaluasi Pelaksanaan MT I DI. Sistem Kedungombo
Kudus, 29 Januari 2013


Kudus - Musim tanam (MT) I tahun 2012/2013 Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo memasuki masa panen. Untuk mengevaluasi MT I dan memperhitungkan ketersediaan air Waduk Kedungombo yang akan digunakan pada MT II nanti, Balai PSDA Serang Lusi Juana (Seluna) sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pendistribusian air sesuai kebutuhan irigasi dari Waduk yang dibangun tahun 1985 itu, pada hari Selasa tanggal 29 Januari 2013 bertempat di ruang sidang “Gunungrowo” mengundang beberapa pihak yang berkompeten. Dari unsur instansi pemerintah, Balai PSDA Seluna mengundang Dinas PU Pengairan & Dinas pertanian yang wilayahnya memanfaatkan air irigasi dari Waduk Kedungombo meliputi Grobogan, Kudus, Pati, Jepara dan Demak. Sedangkan dari unsur Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang diundang dalam rapat ini adalah dari GP3A Sidorejo, GP3A Sedadi, GP3A Kambu Kiri dan GP3A Klambu Kanan. Ikut diundang dalam rapat adalah dari Balai Besar Wilayah sungai (BBWS) Pemali Juana sebagai pihak yang berwenang dalam pengoperasian Waduk Kedungombo.

Sebagai pimpinan rapat Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana, Ir. Noviyanto, Sp.1 yang dalam kesempatan itu didampingi Ketua Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) Sistem Waduk Kedungombo, Kaspono, pada sambutannya menyoroti ada daerah irigasi yang menjelang akhir MT I ini tanaman padinya baru berumur 15 – 40 hari. “Kami khawatir keterlambatan ini akan berimbas pada tutup tanam MT II, sehingga akan berimbas pada mundurnya penutupan distribusi air dari Waduk Kedungombo”ungkapnya. Ditambahkannya keterlambatan penutupan Jaringan disamping akan menyebabkan berkurangnya simpanan air di Waduk Kedungombo juga akan mempengaruhi pelaksanaan Pekerjaan pemeliharaan Jaringan irigasi di sistem Waduk Kedungombo.

Sementara itu Ketua GP3A Sistem Kedungombo, Kaspono menjelaskan bahwa ketertiban pola tanam sistem irigasi Waduk Kedungombo semakin tidak karuan, kerusakan Jaringan yang menyebabkan kehilangan air dari Jaringan irigasi diperparah dengan Kurangnya kesadaran petani untuk mematuhi pola tanam yang telah disepakati bersama menyebabkan hal ini. “Harus ada ketegasan, kalau memang perkiraan tanam tidak mampu mengikuti pola tanam yang sudah disepakati maka janganlah memaksakan untuk menanami padi “ jelasnya. Ditambahkan pria yang mudah dikenali dengan rambut putihnya itu, bahwa untuk meminimalisasi adanya gagal panen karena genangan air, Kaspono mengusulkan bahwa daerah genangan harus mendapat prioritas pertama dalam Pembagian air. “ini tidak mudah dan perlu kesadaran bersama, karena saya meyakini kebanyakan petani akan langsung menyiapkan tanam melihat air mengalir padahal air itu belum jatah mereka” imbuhnya.

Dalam sesi diskusi, Kaspono mengusulkan bahwa penutupan distribusi air dari Waduk Kedungombo tanggal 15 Juli 2013 sehingga diharapkannya tutup tanam tidak melebihi tanggal 1 Mei 2013. Beberapa daerah yang selama ini sering mengalami keterlambatan tanam ikut bersuara menyikapi usul dari Ketua FP3A tersebut. Diantaranya Kahono, Koordinator P3A di wilayah saluran Wedung (mulai W.2, W.3 sampai W.4) ini mengungkapkan kendala mengapa daerahnya selalu terlambat tanam. “Bagaimana mau tepat waktu, air datang ketempat kami datangnya terlambat dan tidak mencukupi untuk kebutuhan” jelasnya. Walaupun begitu Kahono mengusahakan mengejar keterlambatan ini, dan meminta penutupan dilakukan tanggal 20 Juli 2013 tapi dengan syarat kebutuhan air tercukupi. Menyikapi hal ini Ketua GP3A Klambu Kiri, Suratmin memberikan solusi bahwa untuk mempercepat waktu tanam, petani bisa melakukan sistem metuk persemaian yaitu yaitu langsung mengolah tanah dan menanam bibit yang disemai langsung setelah panen. Akhirnya jalannya rapat yang agak terganggu dengan adanya pemadaman listrik dari PLN menghasilkan 2 (dua) butir kesepakatan bersama yaitu Awal Musim Tanam II disesuaikan kondisi Daerah Irigasi masing – masing dan tutup tanam tanggal 1 Mei 2013 serta Rencana penutupan distribusi air pada MT II tanggal 15 Juli 2013. Ir. Noviyanto, Sp.1 yang membacakan hasil kesepakatan ini berharap semua mematuhi hasil kesepakatan dan untuk kepastian penutupan distribusi air untuk MT II akan diputuskan lagi pada rapat Alokasi air sekitar bulan Juni 2013. (yud/op)

_____________________________________________

Semua berita:

4 arsip berita
 
4 slogan kiri
MARI HEMAT AIR!
4 menu kiri

KEGIATAN:

 
4 link
5 pr bwh
oleh: Tim Sisda Seluna